{"id":6753,"date":"2023-10-24T04:32:40","date_gmt":"2023-10-23T21:32:40","guid":{"rendered":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/?p=6753"},"modified":"2023-10-24T04:34:28","modified_gmt":"2023-10-23T21:34:28","slug":"edisi-389-ra-nurul-hidayah-bangsal-bermain-peran-orang-kaya-orang-miskin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/?p=6753","title":{"rendered":"Edisi 389 : RA Nurul Hidayah Bangsal \u2013 Bermain peran Orang Kaya Orang Miskin"},"content":{"rendered":"<p>Selasa, 24 Oktober 2023<\/p>\n<p><em>Edisi 389 : RA Nurul Hidayah Bangsal \u2013 Bermain peran Orang Kaya Orang Miskin<\/em><\/p>\n<p>Mojokerto, (24\/10\/2023). Hari ini setelah acara peringatan hari Santri anak2 mengajak ibu guru untuk bermain peran orang kaya orang miskin sesuai kurikulum merdeka kami sebagai guru mengikuti apa kemauan anak agar mendapat kan pembelajaran yang menyenangkan. Sebagian besar anak2 pernah memainkan permainan ini pada waktu anak-anak dulu, cara mainnya sangat sederhana, dengan dua kelompok kaya dan miskin. Permainan tradisional ini berasal dari Betawi. Permainan ini menguji ketangkasan para pemain. Permainan ini bisa dimainkan oleh 4 orang atau lebih di lapangan, halaman rumah ataupun taman bermain. Cara bermain cukup gampang. Skenario dari permainan ini adalah ada 1 orang yang berperan sebagai orang kaya dan 1 orang lainnya menjadi orang miskin. Sisanya berbaris di belakang si Miskin dan berperan sebagai anak si Miskin.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sinergimadrasah.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/WhatsApp-Image-2023-10-23-at-17.25.06-1-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sinergimadrasah.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/WhatsApp-Image-2023-10-23-at-17.25.06-2-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sinergimadrasah.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/WhatsApp-Image-2023-10-23-at-17.25.06-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" \/><\/p>\n<p>Orang kaya meminta anak pada orang miskin sambil bernyanyi dan bergerak maju mundur. Lalu satu per satu anak si Miskin yang diminta harus segera pindah ke belakang si Kaya. Tibalah saatnya si Miskin kehabisan anaknya karena berpindah ke si Kaya. Bagian serunya dalam permainan ini adalah ketika si Miskin mencoba merebut kembali anak-anaknya dari si Kaya. Dengan segala upaya, si Kaya harus mencegah si Miskin mengambil anaknya. Pemain yang telah menjadi anak si Kaya harus berbaris ke belakang dan berpegangan erat pada pinggang teman di depannya agar tidak ditangkap oleh si Miskin. Anak yang terlepas dari pegangannya saat ditarik si Miskin akan kembali menjadi anaknya. Permainan pun diulang-ulang hingga si Kaya kehabisan anaknya. Dalam permainan ini terdapat nyanyian antara si Miskin dan si Kaya.<\/p>\n<p>Si Kaya\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : saya orang kaya (sambil maju ke arah orang miskin)<\/p>\n<p>Si Miskin\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : saya orang miskin (seraya mundur )<\/p>\n<p>Si Kaya\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : saya minta anak<\/p>\n<p>Si Miskin\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : namanya siapa ?<\/p>\n<p>Si Kaya\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : namanya (sebutkan salah satu teman kalian yang akan diberi oleh orang kaya )<\/p>\n<p>SI Miskin\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 :\u00a0 (nama teman yg akan di beri ) , lekas pergi jangan kembali lagi hush 1 (seraya mendangkan kaki bersamaan selayaknya orang mengusir) dan itu dilakukan terus menerus sampai tersisa 1 orang di orang miskin. Keputusan kecil, kebiasaan sehari-hari, dan tindakan yang kita lakukan setiap hari memainkan peran penting dalam membentuk kehidupan kita. Orang kaya (sukses) dan orang miskin (tidak sukses) cenderung memiliki kebiasaan serta pola pikir yang berbeda.manfaat bermain peran untuk anak usia dini yaitu anak dapat memproses pengalaman baik setelah bermain peran, dapat berpengaruh baik terhadap perkembangan sosial dan emosi anak, serta dapat menghasilkan banyak kosakata baru yang diucapkan. Setelah terpilih siapa orang miskinnya , lalu si miskin tersebut mencoba merebut kembali anak-anaknya dari si Kaya.<\/p>\n<p>By. Naning kepala RA NH<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sinergimadrasah.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/logo-5-prioritas-5-300x72.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"72\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 24 Oktober 2023 Edisi 389 : RA Nurul Hidayah Bangsal \u2013 Bermain peran Orang Kaya Orang Miskin Mojokerto, (24\/10\/2023). Hari ini setelah acara peringatan hari Santri anak2 mengajak ibu guru untuk bermain peran orang kaya orang miskin sesuai kurikulum merdeka kami sebagai guru mengikuti apa kemauan anak agar mendapat kan pembelajaran yang menyenangkan. Sebagian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6757,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-6753","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-e-warta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6753","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6753"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6753\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6761,"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6753\/revisions\/6761"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6757"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6753"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6753"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6753"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}