{"id":7037,"date":"2023-10-28T04:19:48","date_gmt":"2023-10-27T21:19:48","guid":{"rendered":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/?p=7037"},"modified":"2023-10-28T04:21:08","modified_gmt":"2023-10-27T21:21:08","slug":"edisi-417-ra-nurul-hidayah-bangsal-mengurutkan-metamorfosis-pada-katak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/?p=7037","title":{"rendered":"Edisi 417 : RA Nurul Hidayah Bangsal \u2013 Mengurutkan Metamorfosis Pada Katak"},"content":{"rendered":"<p>Sabtu, 28 Oktober 2023<\/p>\n<p>Edisi 417 : RA Nurul Hidayah Bangsal \u2013 Mengurutkan Metamorfosis Pada Katak<\/p>\n<p>Mojokerto, (28\/10\/2023).Katak merupakan salah satu hewan amfibi yang memakan serangga. Hewan ini sangat mudah ditemukan di wilayah Indonesia. Sebab, katak sendiri merupakan hewan yang bisa hidup di tempat yang memiliki kelembaban yang tinggi serta suhu yang panas. Oleh karena itu, Indonesia merupakan salah satu tempat yang cocok untuk katak. Katak memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil dibandingkan dengan kodok. Hewan ini sangat mudah ditemukan di area persawahan, hutan, dan juga rawa-rawa. Tempat-tempat tersebut merupakan habitat yang sangat ideal bagi hewan katak. Sebab, semua tempat tersebut memiliki suhu yang pas bagi tubuh katak. Hewan ini memiliki proses metamorfosis atau daur hidup katak yang sangat unik dan sempurna.<\/p>\n<p>Ketika dewasa, katak dapat hidup di dunia alam, yaitu darat dan air. Sehingga katak memiliki proses metamorfosis yang berbeda dengan hewan lain. Akan tetapi apabila terjadi perkawinan dan terjadi sebuah proses bertelur. Maka hal tersebut dapat dilakukan di dalam air. Ketika bertelur, katak bisa menghasilkan sekitar 5.000 hingga 20.000 telur per oviposisi. Telur-telur katak tersebut biasanya akan ditempatkan di dalam tanaman yang ada di air. Bagi katak yang hidup di hutan, telur yang mereka keluarkan akan disimpan di pohon yang lembab atau basah.<\/p>\n<p>Katak adalah Hewan dengan Metamorfosis Sempurna<\/p>\n<p>Katak tergolong hewan vertebrata yang mengalami proses metamorfosis yang sempurna dalam proses perkembangannya. Bentuk tubuh katak akan berbeda-beda di setiap siklus metamorfosis. Metamorfosis katak terdiri dari lima fase, yaitu telur, kecebong, berudu empat kaki, katak muda, dan terakhir katak dewasa.<\/p>\n<p>Katak adalah Hewan Omnivora<\/p>\n<p>Katak adalah hewan pemakan daging atau yang biasa kita sebut sebagai hewan omnivora. Dimana katak biasanya memakan serangga dan juga invertebrata lain. Bahkan beberapa spesies katak juga ada yang memakan hewan kecil-kecil seperti tikus, burung, dan juga ular.<\/p>\n<p>Cara katak dalam memakan mangsanya adalah dengan menunggu mangsa tersebut mendekat ke arahnya, kemudian Ia langsung menangkapnya. Namun beberapa spesies katak yang lebih aktif akan memilih untuk mengejar mangsanya.<\/p>\n<p>Gerakan Melompat pada Katak Berguna untuk Menghindari Predator<\/p>\n<p>Sebagian besar katak mempunyai tungkai belakang yang lebih besar dan juga berotot. Hal tersebut memungkinkan mereka untuk melompat ke udara dengan mudah. Adapun beberapa spesies katak yang tidak mempunyai tungkai belakang yang besar dan juga berotot. Namun tetap mempunyai keahlian lain, yaitu memanjat, berenang, ataupun meluncur.<\/p>\n<p>Gerakan melompat yang dilakukan oleh katak sebenarnya adalah untuk menghindari predator, bukanlah menjadi gerakan yang normal.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sinergimadrasah.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/WhatsApp-Image-2023-10-27-at-19.29.33-1-225x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sinergimadrasah.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/WhatsApp-Image-2023-10-27-at-19.29.33-225x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" \/><\/p>\n<p>By. Intan guru RA NH<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/sinergimadrasah.web.id\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/logo-5-prioritas-6-300x72.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"72\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabtu, 28 Oktober 2023 Edisi 417 : RA Nurul Hidayah Bangsal \u2013 Mengurutkan Metamorfosis Pada Katak Mojokerto, (28\/10\/2023).Katak merupakan salah satu hewan amfibi yang memakan serangga. Hewan ini sangat mudah ditemukan di wilayah Indonesia. Sebab, katak sendiri merupakan hewan yang bisa hidup di tempat yang memiliki kelembaban yang tinggi serta suhu yang panas. Oleh karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7040,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-7037","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-e-warta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7037"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7037\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7044,"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7037\/revisions\/7044"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7040"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sinergimadrasah.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}