Edisi 1782 : MI Roudlotul Mutaallim Kecamatan Jetis – Kegiatan kegiatan pembuatan batik jumput Shibori bagi siswa kelas 6

Sabtu, 19 April 2025

Edisi 1782 : MI Roudlotul Mutaallim Kecamatan JetisKegiatan kegiatan pembuatan batik jumput Shibori bagi siswa kelas 6

Hadir Sebagai Inpirasi,

Mojokerto, (19/04/2025). Siswa kelas 6 MI Roudlotul Mutaallim Kecamatan Jetis tampak antusias mengikuti kegiatan pembuatan batik jumput Shibori yang diselenggarakan di halaman madrasah. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan yang bertujuan mengenalkan teknik pewarnaan kain tradisional dan modern kepada siswa.

Batik jumput Shibori merupakan salah satu teknik pewarnaan kain yang berasal dari Jepang, namun mirip dengan teknik jumputan tradisional Indonesia. Prosesnya dilakukan dengan cara melipat, mengikat, atau menjahit kain, lalu mencelupkannya ke dalam pewarna. Teknik ini menghasilkan motif yang unik dan tak bisa diduplikasi secara persis.

Dengan dipandu oleh guru seni, siswa belajar mulai dari tahap persiapan kain, teknik ikat dan lipat, hingga pencelupan warna. Meskipun beberapa siswa sempat kesulitan di awal, mereka tetap semangat dan berusaha mengekspresikan kreativitas mereka melalui motif dan kombinasi warna.

“Ini pertama kalinya saya membuat batik sendiri. Ternyata seru banget, apalagi waktu warnanya berubah di kain. Aku mau buat lagi di rumah,” ujar salah satu siswa kelas 6 yang tampak bangga memamerkan hasil karyanya.

Guru seni budaya, Ibu Meila, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk melatih keterampilan tangan siswa, tapi juga untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan seni. “Anak-anak jadi belajar menghargai proses pembuatan batik, yang ternyata tidak mudah tapi sangat menyenangkan,” katanya.

Kepala madrasah, bu nurul, menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar pembelajaran seni dapat terus dikembangkan melalui praktik langsung. “Anak-anak perlu dikenalkan pada budaya sejak dini, terutama melalui cara yang kreatif seperti ini. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi juga mengalami langsung prosesnya,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, semua karya siswa dipajang di ruang kelas sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan kreativitas mereka.

#MariBergerakAyoBerdampak

#MadrasahMajuLajuBermutu

#MadrasahMajuBermutuMendunia

#KementerianSemuaAgama

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top