Senin, 11 September 2023
Edisi 237 : RA Nurul Hidayah Bangsal – Berjalan Menggunakan Klompen, salah satu Sarana Media pembelajaran yang asyik

Mojokerto, (11/9/2023). Permainan tradisional bisa menjadi media yang asyik untuk belajar, termasuk memodifikasinya menjadi alat permainana edukatif. Salah satunya, klompen yang dimodifikasi menggunakan tali tambahan. Selain menyenangkan, anak-anak bisa belajar cara berkompetisi yang baik sehat antar teman.

Motorik anak juga bisa terlatih, karena terdapat gerakan pada tali dan keseimbangan tubuh. Permainan klompen bertali, mengajarkan anak-anak tentang kompetisi yang sehat. Masing-masing anak harus berlomba agar bisa sampai di garis finish. Yang menjadi tantangan, anak-anak harus berjalan menggunakan klompen yang diberi tali di bagian ujungnya.

Meski terlihat sepele, tidak semua anak bisa berjalan lancar menggunakan klompen bertali. Ada yang tersandung, lalu jatuh. Ada juga yang berjalan lancar meski sedikit lambat. ”Kedua tangan harus memegang tali. Jadi tidak bisa usil ke teman sebelahnya.

Jiwa kompetitif perlu ditanamkan sejak dini. Tujuannya, meningkatkan rasa percaya diri anak. Terutama percaya diri atas kemampuan yang dimiliki. Anak-anak usia 4-5 tahun masih berada di masa keemasan tumbuh kembang. Karena itu, perlu stimulasi yang tepat. Kalau dari kecil sudah tidak berani bersaing, bias jadi anaknya suka minder ketika dewasa.

Permainan yang mengarah pada cara bersaing yang sehat bisa menjadi salah satu media anak belajar mandiri. Jujur dalam bertindak juga diajarkan melalui persaingan yang sportif. Pembelajaran sejak dini akan melekat hingga dewasa. Alat permainan edukatif ini sendiri bisa dilakukan setiap orangtua di rumah.
By. Intan Guru NH




