Edisi 404 : RA Nurul Hidayah Bangsal – Mengajarkan Budaya Antre Pada Diri Siswa

Kamis, 26 Oktober 2023

Edisi 404 : RA Nurul Hidayah Bangsal – Mengajarkan Budaya Antre Pada Diri Siswa

Mojokerto, (26/10/2023). Anak-anak yang belum memahami konsep antre dengan benar bisa diberikan pemahaman bahwa antre memberikan banyak keuntungan dan keunggulan. Dengan memahami konsep antre yang benar, maka anak juga akan lebih mudah menerapkannya. Apa saja pentingnya budaya antre? Antre mengajarkan anak untuk bisa melakukan manajemen waktu. Jika ingin dapat antrean terdepan, maka anak harus datang lebih awal. Belajar sabar untuk menunggu jika anak mendapatkan antrean yang paling belakang. Mengajarkan tentang tenggang rasa dan saling menghormati di antara orang lain. Pihak yang datang lebih dulu dipersilakan untuk antre lebih awal. Mengajarkan budaya antre pada anak adalah upaya penanaman tak langsung mengenai sikap disiplin dan tidak menyerobot antrean orang lain. Anak diajarkan untuk bersosialisasi dengan baik, berinteraksi dan bertegur sapa selama mengantre. Hal ini lebih dianjurkan bila anak mengantre bersamaan dengan orang-orang yang dikenalnya seperti di rumah atau di sekolah.

Anak bisa belajar tentang rasa malu jika mendahului antrean orang lain. Mengantre akan memberikan anak perspektif baru pada hal-hal yang ada di sekitarnya seperti rasa pengertian, tabah, dan menunggu giliran. Menjelaskan Intisari dari Antre. Mengajarkan budaya antre pada anak dengan memberikan penjelasan tentang intisarinya agar lebih sabar dan disiplin akan jadi satu poin yang diingat anak. Biasanya, anak-anak akan menyerap sesuatu yang benar-benar bisa diterima akal pikirannya yang masih terbatas. Ketika anak merasakan sesuatu yang tak nyaman, maka mereka akan berusaha untuk beradaptasi dengan lebih baik.

Mengajarkan Antre dengan Metode Permainan Bergiliran

Upaya orang tua mengajarkan anak untuk terbiasa dengan kegiatan mengantre dapat disiasati dengan melakukan permainan. Anda bisa menggunakan media tali sebagai alat bantu. Caranya dengan merentangkan tali, kemudian meminta anak untuk berjalan mengikuti lajur tali yang dibentangkan. Anda dapat memberikan stiker sebagai penanda lain sebagai titik berhenti. Libatkan semua anggota keluarga agar permainan semakin seru dilakukan. Dari sini, Anda memberikan pelajaran tentang mengantre dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima oleh anak.

Memberikan Contoh dalam Kehidupan Sehari-Hari

Anak akan lebih menyadari saran dan nasihat yang berbentuk contoh dan teladan langsung dari orang tua dibandingkan omongan, teguran, atau hal-hal yang bersifat menyuruh. Hampir semua orang tidak suka diperintah. Maka, jika Anda ingin mengajarkan budaya antre pada anak, maka berikan contoh terbaik dalam kehidupan sehari-hari.

Mengantre saat membayar barang belanjaan

Mengantre dengan nomor antrean di ruang publik seperti bank, rumah sakit, apotek, atau lainnya. Tidak menyerobot antrean orang lain meski sedang terdesak. Menerapkan budaya antre sejak dari rumah. Diharapkan semua pihak turut berkontribusi dengan baik agar anak semakin terbiasa.

Memberikan Reward jika Buah Hati Berhasil Antre

Meski tidak wajib, memberikan reward atau hadiah ketika anak Anda berhasil melakukan sesuatu yang luar biasa, tentu akan membuatnya gembira. Reward tersebut adalah bentuk penghargaan dan apresiasi pada proses dan hasil yang telah dilakukan sang buah hati. Pemberian reward juga bisa disepakati bersama. Anda pun bisa memberikan kejutan kecil berupa barang atau sesuatu yang sangat diinginkan oleh anak. Hal ini akan membuatnya termotivasi agar bisa mengembangkan dirinya lebih baik lagi.

By . Intan guru RA NH

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top