Selasa, 31 Oktober 2023
Edisi 442 : RA Nurul Hidayah Bangsal – Memberikan Sapaan Pagi dengan Tos, Berjabat Tangan ataupun Berpelukan
Mojokerto, (31/10/2023). Pendidikan karakter merupakan salah satu peran lembaga pendidikan untuk membina generasi muda bangsa agar berperilaku baik dan benar sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Untuk menghasilkan generasi muda berkarakter sebagaimana dicita-citakan bersama maka peran pendidikan bagi anak usia dini sangat penting sebagai peletak dasar pembentukan diri. Sebagian besar pendidik baik guru maupun orang tua kurang menyadari alasan mendasar dari pendidikan karakter usia dini yang juga disebut sebagai usia emas (the golden age). Jika apa yang diterima dan disimpan itu baik maka suatu saat anak akan memunculkan perilaku baik dari hati dan pikirannya yang baik, sebaliknya jika anak pada usia dini mengalami dan menyimpan pengetahuan dan pengalaman yang buruk maka hal itu pula yang akan dilakukannya kelak ketika anak telah menjadi orang dewasa.
Proses pembelajaran yang ada harus semakin banyak melibatkan anak melalui aktivitas bermain dan interaksi lain yang memiliki nilai pengembangan karakteristik. Metode bermain juga dapat membantu guru menyampaikan pesan-pesan moral dan membentuk karakter anak misalnya pembiasaan budaya antre, jujur, siap menerima kekalahan, dan mental sportivitas, yang sangat efektif bagi perkembangan anak. Hal terpenting adalah guru harus merancang pembelajaran bagi anak usia dini dengan model bermain, sesuai dengan taraf perkembangannya. Melalui bermain anak diajak untuk bereskplorasi, menemukan, memanfaatkan, dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya.
Guru harus menjadi model yang dapat ditiru anak untuk pengembangan karakter anak. Hal ini penting sebab otak anak-anak pada usia ini bersifat penghisap yang sangat lahap menyedot model perilaku orang dewasa. Salah satu cara dalam mendidik anak usia dini adalah keteladanan dari para pendidik. Tanpa keteladanan maka sebuah ajaran akan kehilangan otoritasnya sehingga kita dicemooh oleh anak dan dianggap munafik. Tanpa keteladanan anak akan kecewa, kehilangan figur, atau anak akan melakukan yang bukan diajarkan, tetapi apa yang kita lakukan sebab anak adalah peniru ulung. Pendidikan karakter membutuhkan guru yang berkepribadian baik sehingga mampu memberi teladan bagi anak. Dalam perkataan dan tindakannya anak dapat mencontoh dan memberi penguatan kepada anak untuk berperilaku baik dan benar. Anak sangat membutuhkan guru yang memiliki relasi hangat dan bersahabat serta mampu memberi teladan perilaku dalam pengajaran dan cara hidup seorang guru. Intinya adalah melalui pengajaran dan perilaku hidup guru, anak dapat belajar berkarakter secara baik dan benar.
Best Practice ini adalah Upaya untuk meningkatkan Pendidikan karakter sejak usia dini dengan pendekatan kegiatan bermain dengan istilah “Ciluk Ba…Tos Yuuk” (Cium, Peluk, Jabat tangan). Melalui pndidikan karakter akan menumbuhkan sikap terpuji pada anak, baik perilaku kepada orang tua, guru, perilaku sebagai warga negara yang baik serta perilaku pada saat berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan.

By . Intan guru RA NH




